Pernah aku terpaku saat membaca sebuah buku kumpulan kisah-kisah Shalat Tahajut yang salah satu isinya berjudul ‘Karena Shalat Ia Keluar dari Peti’ karangan M. Jawad Mehry dan Qasim Mir Khalaf Zadeh. Ceritanya begini.
Diriwiyatkan bahwa ; “Sekelompok penduduk Yaman datang menghadap Rasulullah saw, dan berkata; “Kami adalah keturunan seorang raja yang mana Ia juga termasuk keturunan Nabi Nuh as, di dalam kitabnya tertera bahwa setiap nabi pasti memiliki muk’jizat dan Washi. Hai Rasulullah, siapakah Washi dan penerus anda?”
Rasulullah saw mengisyaratkan kepada Amirul’ Mu’minin sambil bersabda, “Inilah Washiku”
Mereka berkata; “Ya Rasulullah, bersama kami sebuah kitab yang tertulis sifat dan penjelasan serta karakter dan tanda-tanda Sam putera Nuh dan diantaranya juga di jelaskan tentang kuburnya apabila anda dapat menunjukkannya pada kami niscaya kami akan beriman kepada anda.”
Rasulullah saw bersabda; “Ya Ali! Bangunlah dan pergilah ke masjid bersama mereka dan shalatlah dua rakaat agar masalah mereka menjadi jelas.” Amirul Mu’minin melakukan apa yang di perintahkan Rasul kepada beliau, beliau lalu pergi ke masjid lalu mengerjakan shalat dua rakaat dan berucap sesuatu, tiba-tiba mereka melihat bumi terbelah dan tampak sebuah peti dan di dalam peti itu tampak seorang kakek yang bercahaya berjanggut panjang bangun dari petinya lalu mengucapkan salam kepada Amirul Mu’minin dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, Muhammad adalah utusan-Nya dan penghulu para rasul dan engkau adalah Ali Washi Muhammad [saw] aku adalah Sam putera Nuh”
Mereka membuka kitab dan tulisan mereka sambil melihat bentuk serta karakter Sam, mereka mendapatkan kecocokkan dengan gambaran Sam dengan yang ada dalam kitab mereka, kemudian mereka berkata, “Kami ingin mendengar dari anda sedikit tentang shuhuf Nabi Nuh”
Sam putera Nabi Nuh mulai membaca shahifah Nuh serta membaca satu surat lengkap. Setelah itu Ia mengucapkan salam kepada Amirul Mu’minin dan kembali ke dalam peti seperti semula, dengan serta merta mereka berkata, “Seseungguhnya Islam adalah Agama yang di terima di sisi Allah, akhirnya mereka semua memeluk agama Islam.
Jika seandainya kita di tempatkan pada posisi kedua orang itu, apakah yang akan terjadi pada diri kita. Tentu saja akan tercengang dan kaget karena melihat jenazah yang sudah sekian tahun bangkit lagi dari kubur dan memberikan kesaksian serta penjelasan kepada kedua orang tersebut. Hikmah dari cerita tersebut sudahlah jelas bahwa tak hanya manusia yang mampu dan berani bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah utusannya, tetapi juga jenazah yang sudah ratusan terkubur di bumi Allah. Sungguh besar ke Kuasaan Allah diatas langit dan segala isinya. Subhanallah...
